Home / Journey / Ambon Trip: Ambon Snapshot

Ambon Trip: Ambon Snapshot

Kalau di postingan sebelumnya bercerita tentang makanan khas Ambon, maka postingan kali ini saya akan bercerita tentang ke mana saja saya selama dua hari di Ambon. Nah…karena trip Ambon ini tidak semata-mata liburan, maka waktu untuk mengeksplorasi Ambon tidaklah terlalu banyak. Hanya keliling-keliling kota Ambon dan menjelajah yang ada di kota Ambon.

Sebenarnya banyak objek wisata yang wajib dikunjungi jika ke Ambon, namun sayang waktu yang sangat sempit dan lokasi wisatanya rata-rata berada di luar kota. Jadi ke mana aja? Yah cukup keliling-keliling kota Ambon saja. Mengamati hiruk pikuknya, mengamati kebiasaan masyarakat Ambon serta menikmati sore yang indah. Itu sudah lebih dari cukup.

Ambon merupakan kota yang mulai berkembang. Sebelum menginjakkan kaki di Ambon, terlintas di angan kalau kota Ambon itu kota yang menakutkan. Mengingat berbagai macam berita yang diperlihatkan media. Tetapi anggapan itu akan hilang dengan sendirinya tatkala kita menginjakkan kaki di kota Ambon yang menawan itu. Anggapan miring tentang Ambon yang merupakan daerah konflik akan sirna tatkala melihat keramahan penduduknya. Sesuai dengan gelarnya “Ambon Manise” yang bermakna manis atau cantik.

Nah…berikut beberapa foto sekilas kota Ambon yang berhasil saya jepret 🙂

Patung Martha Christina Tiahahu

Patung ini merupakan salah satu ikon kota Ambon. Martha Christina Tiahahu adalah salah seorang pahlawan anti penjajah yang berjuang melawan Belanda bersama ayahnya pada awal abad ke-19. Ketika ayahnya dieksekusi karena mendukung gerakan perlawanan, Martha melanjutkan pertarungan. Namun, perjuangannya berakhir ketika ditangkap oleh Belanda dia kelaparan hingga meninggal dunia. Untuk mengenang kegigihannya, maka dibuatlah patung tersebut. Lokasi ikon patung Martha Christina Tiahahu ini berada di atas bukit samping gedung DPRD, menghadap teluk dan Kota Ambon.Pemandangan di tempat itu indah sekali, terutama pada sore menjelang terbenamnya matahari.

Gong Perdamaian Dunia

Ternyata Ambon juga mempunyai gong perdamaian dunia. Gong ini merupakan Gong Perdamaian ke-35 di dunia yang berada di Taman Pelita. Letaknya di depan kantor Gubernur Maluku. Jika lalu-lalang kota Ambon, taman ini akan selalu dilalui. Secara Ambon kotanya tidak terlalu luas. Konon katanya gong yang megah ini dibangun di kota Ambon bertujuan untuk memperbaiki citra Ambon yang kerap dengan kerusuhan dan kekerasan. Ini salah satu destinasi untuk narsis yang wajib dikunjungi jika ke Ambon. Tidak heran jika ke lokasi ini banyak turis domestik maupun mancanegara yang mengabadikan gong perdamaian dunia ini. Termasuk saya tentunya 😛

Lapangan Merdeka Depan Kantor Gubernur Maluku

Lapangan ini merupakan bagian dari alun-alun kota. Di tempat inilah masyarakat setempat menjadikannya sebagai ajang untuk berolah raga maupun menikmati sore. Ketika mengunjungi tempat ini, keramaian sangat jelas terlihat. Di bagian alun-alun, ada beberapa anak remaja yang sedang berlatih menari dan bernyanyi. Di lapangan ini pula landmark “Ambon Manise” terpasang.

Patung Pattimura

Tak jauh dari lokasi gong perdamaian dunia, patung Pattimura berdiri dengan gagahnya. Di sekitar patung ini terdapat sarana olah raga yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat Ambon. Seperti pada sore itu, terlihat keramaian masyarakat Ambon yang sedang berolah raga. Ada beberapa lapangan berbagai macam cabang olah raga yang terdapat di lokasi patung Pattimura.

Toko ole-ole khas Ambon

Mengunjungi suatu tempat, yang selalu dicari jika akan kembali ke kota asal adalah ole-ole khas daerah tersebut. Pun begitu juga dengan saya. Banyak titipan ole-ole yang harus saya beli untuk memuaskan hasrat menjarah keluarga dan teman-teman. Sudah menjadi tradisi jika berpergian itu harus membawa ole-ole saat pulang. Tidak susah menemukan toko ole-ole di Ambon. Om Jem dengan sigapnya mengantar ke toko tersebut. Di sini semua ole-ole khas Ambon akan sangat mudah ditemukan. Ambon terkenal dengan minyak kayu putihnya serta aneka rasa kue-kue tradisional. Mengunjungi tempat ini membuat kartu kredit saya berteriak sekencang-kencangnya saking capeknya digesek. Yah mau gimana lagi….hasrat belanja ternyata belum mampu saya kontrol. Nasib…nasib ternyata saya belum lulus menjadi backpacker sejati.

Mutiara Laut Khas Ambon

Nah kalau mutiara laut ini adalah murni bukan ide saya. Ini titipan tante yang harus saya beli. Entah beberapa ratus kali si tante mengingatkan saya agar jangan lupa membeli barang titipannya. Maka sore itu kami menyempatkan untuk berkunjung ke toko mutiara. Dan saya berhasil mendapatkan mutiara laut ini yang ternyata harganya lumayan fantastik.

Next trip..jika suatu waktu ke Ambon lagi, saya harus puas mengksplore objek wisatanya. Anggaplah ini sebagai penyemangat untuk menjejak Ambon. Karena akan selalu merindukan Ambon dengan rujak Natsepanya yang cetar  membahana itu 😀

About Ira Puspita

Check Also

#TravelWork-Bandung 2016 : Akhirnya ke Tangkuban Parahu

Sudah berkali-kali ke Bandung, namun belum sekalipun mengunjungi Tangkuban Parahu. Tahun 2015 lalu, saya  ke …

3 comments

  1. sampai dua kali ke toko mutiara, dan menggedor2 yang punya toko =))

  2. waahh makasih kaka .. tempat2 wisatanya menarik2 banget 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 16 =