Home / Journey / Ambon Trip: Makan-Makan

Ambon Trip: Makan-Makan

Trip kali ini adalah trip yang tidak terlalu matang perencanaannya. Secara nebeng dengan event Mozilla jadinya jalan-jalan hanyalah bonus. Juga beberapa hari sebelum trip, kegiatan di kantor membludak. Dalam seminggu ada tiga jenis kegiatan yang harus dirampungkan. Bahkan hari keberangkatan saja, saya tidak tahu karna lupa mengecek kalender. Beruntung @rara79 reminder via WhatsApp.

Kebiasaan sebelum trip adalah mencari informasi sedetail mungkin tentang tempat yang akan menjadi destinasi. Mulai dari hotel dan apa yang harus dilakukan di tempat tujuan nantinya. Tapi kali ini saya menyerahkan sepenuhnya kepada @rara79. Saya akur saja dengan apa yang harus dilakukan setiba di Ambon. Semua sudah di-arrange oleh @rara79. Saya terima beres dan berangkat saja.

Hari pertama di Ambon kami tidak serta merta beraktifitas. Sesampai di hotel  istirahat dulu. Niatnya sih istirahat hanya beberapa lama saja. Paling sejam atau dua jam. Nyatanya  kebablasan tidur hingga sore. Saat terbangun saya agak sedikit panik melihat jam yang menunjukkan pukul empat sore waktu setempat. Bergegas mandi dan membangunkan @rara79.

Kami hanya punya waktu dua hari di Ambon. Sebisa mungkin memaksimalkan semua waktu yang ada agar bisa menjelajah Ambon dan menikmati kulinernya. Jadi, apa yang kami lakukan selama dua hari di Ambon? Sambil menyelam minum air. Sambil membantu @rara79 merampungkan tugasnya di acara #STIfest2013, jalan-jalan, makan-makan dan kopdar-kopdar tetap harus berjalan seimbang. Sebisa mungkin memaksimalkan semua waktu yang ada agar bisa menjelajah Ambon dan menikmati kulinernya.

Rujak Natsepa 

 

Rujak Natsepa

Konon katanya menjejakkan kaki di Ambon tidaklah lengkap apabila tidak menikmati rujak Pantai Natsepa.  Jadilah menu pertama yang saya nikmati  adalah rujak Pantai Natsepa. Yah….rujak. Meski sejak siang belum ada makanan berat yang masuk ke perut  tapi tidak salah jika mengisinya dengan rujak. Rujak  ini sangat terkenal dan fenomenal. Kedengarannya mungkin tidak terlalu istimewa. Karna rujak bisa ditemui pada banyak tempat.  Tetapi rujak Pantai Natsepa adalah kuliner khas Ambon yang tidak akan bisa ditemukan di tempat lain kecuali di Pantai Natsepa Ambon.

Rujak tetaplah rujak. Jika belum mencicipinya , kita tidak akan tahu seperti apa rasanya sehingga membuat rujak itu terkenal. Rujak Natsepa pada dasarnya sama dengan rujak buah kebanyakan. Namun jika diamati kita akan menemukan keistimewaannya betapa rujak ini sangat menggugah selera untuk segera dicicipi. Penampilannya sangat mengundang selera.

Buahnya sih biasa saja, yang membuat berbeda dengan rujak lainnya adalah bumbu kacangnya. Bumbunya mempunyai kekentalan yang khas dan tidak cair. Seumur-umur belum pernah saya mendapatkan rujak seenak ini. Sumpah deh….slurpppp. Rujak Natsepa sungguh cetar membahana rasanya apalagi dicicipi sambil menikmati semilirnya Pantai Natsepa yang indah. Romantis kan :p

Rujak Natsepa berada di kawasan pantai Natsepa yang ada di Desa Suli. Dari Ambon dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai daerah ini. Sepanjang pantai Natsepa akan sangat mudah ditemukan kios pedagang rujak. Bagi yang berkunjung ke Ambon, sangat direkomendasikan menikmati kuliner ini. Karna belumlah lengkap jika ke Ambon tidak mencicipi rujak Natsepa. Harganya sangat terjangkau, dengan modal sepuluh ribuan sudah bisa menikmati sensasi rujaknya.

Nongkrong di Warkop Sibu-Sibu

Kami beranjak  meninggalkan Pantai Natsepa menuju salah satu warung kopi yangterkenal di Ambon yaitu  Warkop Sibu-Sibu di Jalan Said Perintah. Warkop ini terbilang ramai pengunjung. Memilih warkop ini karna janjian akan bertemu dengan celeb blognya Ambon. Ceritanya kopdar bareng @almaschatie  dan @sem_semmi. Enaknya punya banyak teman di mana-mana karna  jika ke suatu tempat tidak merasa menjadi anak hilang dan sebatang kara *lebay*

Menu yang disajikan memang  terbilang makanan ringan dan berbagai kopi serta minuman ringan lainnya. Karna saya bukan termasuk coffeholic makanya hanya memilih Es Jeruk . Di warkop ini juga tersedia kue-kue khas Ambon yang menggugah selera. Meskipun terbilang tradisional tapi rasanya maknyus kata Pak Bondan. Atau karna saya termasuk tipe pemakan segalanya jadi menganggap semua makanan itu enak.  Tapi ngga dong….saya paling jujur soal cita rasa makanan apa yang  enak dan tidak enak. Kue  kenarinya memang enak dan berhasil membuat saya kekenyangan. Sepertinya betah di Ambon karna cita rasa kulinernya yang unik dan enak

Beta Ruma

Beta Ruma adalah rumah makan yang menyediakan makanan khas Maluku. Lokasinya berada di Jalan Said Perintah. Beta Rumah bersampingan dengan Warung Kopi Sibu-Sibu. Memilih rumah makan ini karna direkomendasikan oleh @almascatie. Jadilah makan siang hari kedua memilih tempat ini.

Salah satu menu yang direkomendasikan @almascatie  adalah cumi bakar kenari. Sayangnya, saat ke sana masakan itu tidak available. Katanya menu di Beta Ruma setiap hari berganti. Sistemnya adalah ala prasmanan. Jadi kita tinggal tunjuk mau  makan yang mana. Siang itu saya memilih Kerang asap masak. Rasanya  top markotop. Ternyata saya tidak salah pilih.

Nasi bukanlah makanan pendamping utama. Di rumah makan ini ada beberapa pilihan antaranya ketupat yang disiram dengan santan. Rasanya unik tapi enak. Saya semakin percaya kalo Indonesia itu kaya akan budaya dan cita rasa kuliner yang luar biasa enaknya. Nyam….nyam…nyam….!

About Ira Puspita

Check Also

#KaltimTrip-2016: Mendadak ke Balikpapan

Pada akhirnya saya menapakkan kaki di Balikpapan. Ini kota kedua yang saya kunjungi di Borneo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − thirteen =