Home / Sinjai / Ayo Ke Sinjai

Ayo Ke Sinjai

Sudah lama saya berniat posting tentang Sinjai yang menjadi tempat kelahiran dan menjadi tempat saya berdomisili sekarang ini. Rasanya ada yang aneh kalau saya tidak bercerita tentang daerah sendiri. Padahal sudah banyak postingan yang saya publish tentang daerah-daerah lainnya yang pernah saya kunjungi. Ide dari postingan ini muncul karena kerapnya saya mendapat pertanyaan dari teman-teman yang penasaran Sinjai itu ada di mana. Mereka selalu memberi gelar kepada saya sebagai anak gunung.

Sinjai mungkin tidak banyak yang mengenalnya.Setiap saya ke suatu tempat dan ada yang bertanya asal saya maka orang tersebut selalu salah menyebutnya dengan Binjai. Tidak dapat menyalahkan siapapun kalau Sinjai tidak ada yang mengenalnya.Karena Sinjai tidak sebegitu populer dengan daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Sinjai mulai terkenal sejak peristiwa banjir bandang pada bulan Juni 2006 silam. Peristiwa itu memporak-porandakan kota kecil kami yang bermotto “bersatu”. Ratusan korban yang meninggal dunia serta ratusan rumah yang hanyut. Selepas musibah banjir bandang, Sinjai mulai bangkit kembali.

Di mana Sinjai itu?

petasinjaiKabupaten Sinjai merupakan salah satu ibukota kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan.Ibukotanya bernama Sinjai. Sinjai terletak di bagian pantai timur Provinsi Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 220 km dari kota Makassar. Secara geografis, wilayah Sinjai menempati posisi strategis karena berada pada kawasan pantai dan pegunungan. Di sebelah utara Kabupaten Sinjai berbatasan dengan Kabupaten Bone, di sebelah timur berbatasan dengan teluk Bone, di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gowa.

Asal mula kata Sinjai diambil dari bahasa bugis disebut dengan “Sijai” yang artinya sama jahitannya. Bahasa daerah yang digunakan di Sinjai adalah bahasa bugis.Dari segi bahasa bugis Sinjai terbilang unik. Kenapa begitu? Karena pengucapan dan dialek yang kedengaran lucu bagi orang luar Sinjai. Selalu ada kata “looo”. Dan saya sendiri tidak bisa pungkiri karena saya kadang terjebak dengan kebiasaan berbahasa ala Sinjai itu. Teman-teman saya selalu menjadikan logat ala Sinjai ini untuk membully saya.

Maega hete-hete dibalu di pasakehe looo…..(banyak ikan teri yang dijual di pasar yah?) harusnya “maega bete-bete dibalu di pasa’e looo….”

Padahal bahasa bugis keseharian di Sinjai tidaklah seperti itu. Bahasa bugis yang digunakan di Sinjai hampir mirip dengan bahasa bugis lainnya. Entah siapa yang memulai sampai ada anggapan kalau bahasa bugis Sinjai itu lebih banyak menggunakan kata “H”. Atau pendengaran mereka yang lagi bermasalah?dunno 🙂

Harus diakui, beberapa tahun ini Sinjai terpoles. Pembangunannya mulai nampak dan tidak terlihat sebagai kota mati lagi. Dulu, jika saya punya tamu dari luar Sinjai, terkadang rasa minder dan malu menghinggapi. Tapi saya tetap membangun rasa percaya diri agar tidak semakin terpojok. Sangat naif rasanya kalo kita tidak mengakui perubahan Sinjai. Hanya orang buta yang tidak mau mengakuinya.

Bagaimana ke Sinjai ?

sinjaibersatuJika dari Makassar ada tiga alternatif rute yang bisa dilalui untuk menuju Sinjai. Alternatif pertama dari Makassar – Gowa – Takalar – Jeneponto – Bantaeng – Bulukumba – Sinjai. Jarak tempuh kurang lebih 220 km dengan rentang waktu 5 sampai dengan 6 jam. Jika melalui alternatif ini, banyak kabupaten yang dilalui. Juga melewati jalur pantai di daerah Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba. Sayangnya, jalanan tidak cukup mulus di daerah Jeneponto dan Bantaeng sehingga menghambat perjalanan. Untuk memilih jalur ini bisa mengambil kendaraan umum di terminal Mallengkeri dengan tarif Rp 50.000,- perorang.

Alternatif kedua bisa melalui Makassar – Maros – Camba – Bone Selatan – Sinjai. Biasanya ditempuh dengan rentang waktu 4 sampai 5 jam. Jika melalui jalur ini akan melewati jalan yang berliku dan suasana persawahan sepanjang jalan. Untuk jalur ini bisa mengambil kendaraan umum melalui terminal Daya dengan tarif Rp 50.000,- perorang. Kondisi jalanan daerah Bone Selatan agak menganggu karena banyaknya jalanan yang rusak parah.

Alternatif ketiga bisa melalui Makassar – Gowa – Malino – Sinjai. Rentang waktu ditempuh selama 4 sampai 5 jam. Jika melalui jalur ini maka suasana pegunungan dan hawa dingin akan menemani perjalanan kita. Jalan yang berliku menambah serunya perjalanan. Di antara semua alternatif, saya lebih kerap memilih jalur ini. Selain jalannya yang cukup mulus juga kendaraan tidak terlalu banyak yang lalu lalang. Beda dengan jalur Camba dan Jeneponto. Jalur Camba kerap macet karena sempitnya jalan dan kerap terjadi insiden kecelakaan.

Apa yang menarik di Sinjai?

Tak dapat dipungkiri Sinjai kaya akan potensi wisata alam dan budaya. Tapi sayangnya kekayaan itu belum dikenal luas. Promosi wisata belum terlalu menampakkan hasilnya. Sepertinya pemerintah setempat mempunyai PR yang harus segera dicari solusinya.

Ada beberapa objek wisata yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Sinjai. Jika gemar dengan suasana laut, destinasinya adalah Pulau Sembilan dan Pantai Ujung Kupang. Jika gemar dengan objek wisata yang bernilai budaya maka Rumah Adat Karampuang dan Taman Purbakala Batu Pake Gojeng yang menjadi destinasinya. Jika tertarik dengan wisata sejarah maka jangan lewatkan untuk berkunjung ke Benteng Balangnipa. Dan masih banyak lagi objek-objek wisata lainnya yang ada di Sinjai.

Selain destinasi wisata yang saya tulis di atas, Sinjai juga terkenal dengan wisata kulinernya. Sensasi Ikan bakar TPI Lappa yang selalu menggugah selera. Pun Minuman Khas Sinjai yang tak mau ketinggalan. Jika berkunjung ke Sinjai pada rentang waktu Januari hingga Maret, akan sangat mudah menemui berbagai macam buah-buahan. Mulai dari durian otong, rambutan, langsat, duku, manggis dan masih banyak jenis buah-buahan lainnya. Tetapi pada bulan Juni seperti sekarang ini, maka musim hujan yang akan menemani 🙂 Cukup lengkap bukan?

About Ira Puspita

Check Also

3 Tahun Melangkah Bersama

Sejak memutuskan untuk pulang ke Sinjai beberapa tahun lalu, ada perasaan berat  yang mengganjal di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 2 =