Home / Travelling / Bali Trip 2014 [Part 2] Garuda Wisnu Kencana dan Pantai Dreamland
Dewa Wisnu

Bali Trip 2014 [Part 2] Garuda Wisnu Kencana dan Pantai Dreamland

Tulisan ini lanjutan dari post sebelumnya di sini. Cerita tentang Bali masih di hari pertama. Meski sudah pernah berkali-kali ke Bali, namun kunjungan ke taman budaya Garuda Wisnu Kencana dan Pantai Dreamland adalah kali pertama yang saya lakukan. Serangkaian trip di hari pertama dengan mengunjungi objek wisata yang berada di bagian selatan Pulau Bali. Jauh-jauh hari sebelumnya, itinerarynya sudah saya susun sedemikian rupa agar memudahkan saat berada di Bali. Tidak membuang waktu untuk memikirkan akan ke mana kami setelah dari lokasi A ke lokasi B. Dan ternyata memang cukup efektif.

Garuda Wisnu Kencana

Sudah lama saya penasaran dengan obyek wisata yang satu ini. Meski sudah berkali-kali ke Bali namun baru kali ini punya kesempatan mengunjunginya. Selama ini hanya melihat foto-foto teman yang berpose bersama patung raksasa Dewa Wisnu. GWK merupakan salah satu ikon wisata yang ada di bali dan dijadikan sebagai landmark. Meskipun sejak tahun 1997 dibangun namun hingga kini penyelesaiannya belum juga rampung. Konon patung Dewa Wisnu yang sedang menunggangi seekor burung garuda ini akan memiliki tinggi 140 meter terdiri dari 70 meter bangunan penyangga dan 70 meter tinggi patung, dengan bentang sayap burung garudanya mencapai 66 meter. Melebihi tinggi patung Liberty yang ada di New York dengan tingginya hanya 120 meter. Patung-patung tersebut terbuat dari perpaduan antara batu, tembaga, perunggu dan baja yang akan memiliki berat total 4.000 ton.

Saat ini pengunjung hanya bisa menyaksikan patung GWK yang belum rampung, hanya bagian-bagian tertentu yang sudah selesai seperti kepala burung garuda, tangan dan badan dewa Wisnu. Patung kepala burung garuda dan badan dewa Wisnu terletak di dalam komplek GWK, namun untuk patung sepasang tangan dewa Wisnu terletak di luar komplek. Yang membuat komplek GWK ini semakin unik karena dibangun di atas tebing batu kapur dan dikelilingi oleh air mancur dan air sumur suci yang katanya tidak pernah kering bahkan pada musim kemarau.

Jika sudah rampung, patung ini bisa dilihat dari jarak 20 km sehingga bisa dilihat dari pantai Kuta, Sanur bahkan dari Tanah Lot. Tak hanya patung-patung raksasa yang ada, pun pertunjukan tari Kecak juga  setiap hari ditampilkan pada jam-jam tertentu. Untuk masuk ke area GWK, pengunjung dikenakan tarif tiket sebesar 30.000 IDR.

 

Pantai Dreamland

Setelah puas mengelilingi area kompleks GWK, perjalanan kami lanjutkan ke Pantai Dreamland. Namun di pertengahan jalan kami mampir ke mesjid untuk shalat sekalian istirahat sejenak. Meski Bali termasuk daerah minoritas Muslim, namun tidaklah terlalu sulit untuk menemukan mesjid di sekitar obyek wisata. Pemerintah setempat memang memang sangat jeli menyediakan fasilitas untuk para pelancongnya. *salut*

Hanya rasa penasaran yang membuat saya memutuskan untuk mengunjungi pantai Dreamland. Bali memang terkenal dengan memiliki pulau dengan pantai-pantainya yang indah. Jika hanya ingin berlibur  menikmati pantai dan laut, tak perlu jauh-jauh meninggalkan kampung sendiri. Sulawesi Selatan memiliki surga  pantai dan laut yang lebih menarik dan memesona. Namun terlanjur sudah berada di Pulau Bali dan searah dari objek wisata sebelumnya, jadi tak ada salahnya untuk menjejak dan mengamati apa yang menarik dari Pantai Dreamland.

Siang yang terik ketika kami sudah tiba di kawasan Pantai Dreamland. Untuk mencapai kawasan pantai, kami tidak boleh membawa kendaraan sendiri. Karena sudah disiapkan shuttle bus untuk menuju pantainya. Banyak rombongan lainnya yang sudah memadati kawasan pantai. Melihat banyak orang yang berlalu lalang, saya mengusulkan untuk mampir ke warung tenda yang menjual jagung bakar serta minuman menyegarkan. Rasanya badan sudah mulai rontok setelah seharian mengunjungi beberapa obyek wisata. Well….umur memang ga pernah bohong

Setelah tenaga terkumpul kembali, kami beranjak menuju pantai. Wow….pantainya rame sekali. Mungkin karena bertepatan dengan long weekend makanya banyak pelancong berlibur ke Bali. Kesan pertama saat melihat pantai dreamland “biasa saja”. Masih lebih suka dengan suasana pantai Pandawa. Untuk memotret pun rasanya malas. Atau mungkin saya merasa pantai dreamland biasa saja karena sudah terbiasa dengan pantai dan pulau cantik yang ada di Sulawesi Selatan, makanya standar bagusnya saya agak menurun setelah melihat pantai Dreamland.

Untuk bermain air dan bersenang-senang dengan laut dan ombak cukuplah untuk menikmatinya di sini. Dan tak perlu waktu untuk berlama-lama mengamati keriuhan di sekitar pantai Dreamland karena masih banyak destinasi lainnya yang harus dikejar.

 

About Ira Puspita

Check Also

#TravelWork-Bandung 2016 : Akhirnya ke Tangkuban Parahu

Sudah berkali-kali ke Bandung, namun belum sekalipun mengunjungi Tangkuban Parahu. Tahun 2015 lalu, saya  ke …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 3 =