Home / Travelling / Bali Trip 2014 [Part 3] Pura Uluwatu & Sunset Pantai Jimbaran

Bali Trip 2014 [Part 3] Pura Uluwatu & Sunset Pantai Jimbaran

Pura Uluwatu

Hari mulai beranjak sore ketika kami tiba di kawasan Uluwatu. Sinar matahari  membakar kulit meski sore mulai menjelang. Pun berkunjung ke Pura uluwatu adalah kali pertama yang saya lakukan. Memang liburan kali ini diniatkan untuk mengunjungi semua destinasi wisata yang belum pernah dikunjungi. Pura Uluwatu adalah salah satu pura yang terkenal yang wajib dikunjungi. Terletak di desa Pecatu.

Sedikit gentar saat akan memasuki kawasan Pura, karena saya paling takut dengan monyet. Trauma sewaktu ke Sangeh beberapa tahun silam. Monyet-monyet Sangeh dengan cueknya bertengger di bahu. Sejak saat itu, saya paling takut dengan monyet. Berfikir untuk menunggu saja di mobil, tapi rasanya sayang juga jika melewatkan momen di Pura Uluwatu. Akhirnya setelah menarik napas panjang, saya pun memberanikan diri untuk ikut ke Pura.

Pak Made mengingatkan kalau memasuki kawasan pura sebaiknya berhati-hati membawa barang berharga. Karena monyet-monyet di sekitar sering jahil. Terpaksa melepas kacamata daripada menjadi inceran si monyet. Untuk masuk ke dalam Pura, harus mengenakan sarung yang dililitkan di pinggang. Sebagai penghormatan karena akan memasuki area suci untuk umat Hindu. Panas menyengat membuat mata menjadi silau. Tapi mau bagaimana lagi, daripada kaca mata diambil si monyet.

Memasuki area pura, akan melewati pepohonan yang rindang. Dan banyak monyet-monyet yang berkeliaran di sekeliling. Saya paling takut dengan mahluk tersebut namun tetap memaksakan diri untuk mengelilingi kompleksnya. Setelah melewati pepohonan yang rindang, kita akan menemukan kompleks pura. Dan disambut dengan pemandangan yang eksotis. Uluwatu berada di pinggir tebing yang tinggi. Pemandangan laut dan ombak yang terlihat garang namun warnanya yang biru sangat memanjakan mata. Saya pengangum warna biru, maka tak salah jika saya menyukai warna laut. Perpaduan warna biru laut dan langit sangatlah pas.

Menikmati Sunset di Pantai Jimbaran

Serasa ada yang kurang jika berkunjung ke Bali tanpa menjejakkan kaki ke Pantai Jimbaran sembari menikmati makan malam yang romantis. Namun sebelum menikmati sajian makan malam, sebelumnya menikmati matahari terbenam terlebih dahulu. Sayangnya, matahari terbenam tidak dapat dinikmati secara sempurna saat itu karena terhalang awan hitam yang menutupi. Cuaca mendung ditambah dengan angin kencang yang bertiup. Bulan Januari bukanlah waktu yang tepat untuk menikmati pantai. Setidaknya itu yang saya rasakan saat berada di Bali.

Kenapa dikatakan Jimbaran itu tempat makan malam yang romantis? Karena restoran di Jimbaran memiliki meja-meja makan di pinggir pantai, pun suasana makan malam ditemani cahaya lilin dan bintang-bintang di angkasa serta lautan di depan mata dengan suara desir ombak sebagai pelengkapnya. Menu seafood yang menggugah selera menjadi teman makan malamnya. Dari kejauhan juga terlihat aktifitas pesawat di Bandara Ngurah Rai yang akan mendarat maupun lepas landas. Err…tetapi akan semakin romantis jika makan malamnya ditemani oleh pasangan….ngek!

About Ira Puspita

Check Also

#TravelWork-Bandung 2016 : Akhirnya ke Tangkuban Parahu

Sudah berkali-kali ke Bandung, namun belum sekalipun mengunjungi Tangkuban Parahu. Tahun 2015 lalu, saya  ke …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 2 =