Home / Travelling / Farmhouse Susu Lembang : Sekadar Menuntaskan Rasa Penasaran

Farmhouse Susu Lembang : Sekadar Menuntaskan Rasa Penasaran

Farmhouse Susu Lembang adalah salah satu travel wishlist yang harus saya kunjungi selama berada di Lembang. Setelah mewujudkan  Tangkuban Parahu, Farmhouse adalah tujuan selanjutnya. Cerita jalan-jalan kali ini saya tidak bersama rombongan, tetapi hanya berdua dengan Isra teman kantor yang juga dari Sinjai. Teman-teman yang lain melanjutkan petualangannya ke Pasar Baru. Mereka lebih memilih belanja ketimbang mengunjungi tempat wisata. Tiap orang beda-beda seleranya. Saya juga penggemar belanja, namun kali ini belanja adalah urutan kesekian setelah berkunjung ke tempat wisata.

Arus lalu lintas sepulang dari Tangkuban Parahu melambat. Jalanan mulai macet dengan berbagai macam kendaraan yang mengular  dari arah Lembang menuju Jalan Setiabudi. Bandung macet itu sudah biasa, apalagi saat weekend. Semakin dekat dengan lokasi Farmhouse, angkot yang saya tumpangi semakin melambat jalannya. Wajarlah jika arus kendaraan sangat macet di seputaran Farmhouse karena tempat wisata  tersebut lagi naik pamornya.  Setiap hari pengunjung membludak,  apalagi hari Sabtu dan Minggu.  Jangan harap lalu lintas bisa lancar jika melintas pada hari  libur. Sejak kemarin-kemarin Maya mengingatkan agar  datangnya jangan terlalu siang.  Pertimbangannya karena hari Sabtu, Lembang tentu sangat macet dan Farmhouse pastinya akan sangat ramai  oleh pengunjung.

Dengan semangat empat lima saya bergegas memasuki area Farmhouse Susu Lembang. Dari luar terlihat pengunjung  ramai yang berlalu lalang. Pun antrian  untuk membeli tiket terlihat mengular. Meskipun  mengular tetapi tidak memakan waktu lama untuk memperoleh tiket.  Petugasnya sudah cukup lihai menghadapi pengunjung yang berjubel. Dengan harga tiket  Rp.  20.000 per-orang kita sudah bisa mengelilingi area Farmhouse Susu Lembang. Tiket itupun bisa ditukarkan dengan aneka susu berbagai rasa atau  sosis bakar. Farmhouse Susu Lembang, D’Ranch dan Floating Market dalam satu manajemen yang sama, jadi bentuk tiket ditukar dengan minuman atau makanan. Ada 3 pilihan rasa susu yang dapat dipilih, susu murni/plain, coklat dan strawberry. Saya memilih susu strawberry. Rasanya?  Enak!  Apa sih yang tidak enak kalau saya menilai makanan atau minuman #eh

Apa yang Menarik di Farmhouse Susu Lembang?

Tidak dapat dipungkiri, orang Bandung itu memang kreatif. Tidak henti-hentinya objek wisata baru bermunculan. Setelah menukar voucher susu, saya dan Isra lalu memulai petualangan. Matahari bersinar cerah dan warna biru langitpun terlihat sempurna. Cuacanya sangat mendukung untuk menyalurkan hasrat foto-foto yang sudah sampai ke ubun-ubun.

Rasa penasaran yang membawa ke sini. Sejatinya inti dari sebuah perjalanan adalah menemukan hal-hal menarik dan mencari pengalaman baru untuk dikenang sampai nanti. Farmhouse Susu Lembang mengadopsi suasana pedesaan lengkap dengan peternakan modern seperti negara-negara di Eropa.

Rumah Hobbit’s

Rumah hobbit adalah salah satu spot yang wajib untuk berfoto. Pengunjung yang sangat ramai sehingga keinginan untuk mengambil gambar yang sempurna susah untuk diwujudkan. Antrian panjang yang mengular dan suasana panas menyengat. Saya hampir menyerah namun setelah dipikirkan lagi, akhirnya kembali mengantri untuk bisa berfoto dengan latar rumah hobbit. Butuh perjuangan untuk bisa eksis di sini. Lumayan, tidak perlu jauh-jauh ke New Zealand utuk merasakan sensasinya  rumah-rumah suku The Hobbit’s.

Mini Zoo

Sebenarnya saya bukan penggemar binatang-binatang peliharaan. Memilih mini zoo hanya untuk lucu-lucuan saja. Mumpung sudah di lokasinya, yah sekalian saja numpang foto-foto dengan binatang-binatang yang lucu tapi sedikit menyeramkan buat saya.

Ngeri!

Gembok Cinta

Setelah dari Mini Zoo, saya memilih untuk berjalan mengikuti langkah kaki dan kata hati. Tujuannya tidak jelas. Hati dan pikiran mulai kacau. Langkah kaki menyeret saya ke spot area gembok cinta. Spot seperti ini sudah populer di negara lain. Misalnya, Paris. Bahkan pemerintah kota Paris telah membuat aturan untuk menghentikan aktifitas ini. Dan Indonesia baru mulai ngetrend.

Konon katanya apabila memasang gembok berdua pasangan di spot gembok cinta, maka apa yang kamu harapkan berdua pasanganmu akan berlangsung selamanya. Wow….ciyus? Agak sedikit norak dan alay kedengarannya. Beruntunglah si masnya tidak ikut ke sini, bakalan bisa ngomel-ngomel kalo diajak bergaya alay di gembok cinta….hihihi. Oh yah, untuk kamu yang tidak  membawa gembok, bisa beli di lokasi dengan harga sekitar Rp 25.000. Tersedia gembok warna-warni yang sepertinya bagus juga untuk dipakai menggembok pintu hatimu. Eeh!

Meski hanya mengunjungi 3 spot, setidaknya sudah menuntaskan rasa penasaran yang ada di hati. Plong! Someday, akan kembali ke sini untuk menjelajah semua spot yang ada. Jika hati dan pikiran sudah bisa diajak berkompromi 🙂

 

 

 

 

 

 

 

About Ira Puspita

Check Also

#TravelWork-Bandung 2016: Mengukir Kenangan di Floating Market

Floating market sama persis ceritanya dengan Tangkuban Parahu.  Meski sudah sangat dekat dari asrama tempat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 13 =