Home / Me & My Life / Hilang

Hilang

Pada akhirnya sahabat-sahabatmu akan pergi meninggalkan dirimu, entah itu karena cita-cita atau karena cinta. Meski raga berpisah tapi jiwa tetap saling mendekat dengan saling mendoakan.

Jleb! Tertohok rasanya membaca quote itu di blog seseorang.  Ada rasa campur aduk yang tak terlukis dengan kata-kata. Entah kenapa saya merasa  sedih membaca quote itu. Atau mungkin saya sedang mengalami seperti yang tertulis di quote tsb. Mempunyai banyak sahabat dan teman itu anugerah. Tidak pernah merasa sendiri karena selalu ada yang diajak untuk ngobrol apa saja, tertawa bahkan menangis bersama.

sahabat
Images by Google

Tetiba terlintas dengan semua sahabat-sahabat yang saya miliki. Satu persatu wajah mereka terlintas di benak. Ke mana mereka? Sepertinya saya kehilangan mereka. Berjubel pin bbm dan akun sosial media dalam list pertemanan yang saya punyai. Tapi tak satupun yang terhubung. Semua seakan hilang. Persahabatan macam apa kalau kita tidak pernah saling bertanya kabar dan bertegur sapa?

Efek sosial mediakah yang menjadi penyebabnya? Setiap hari status dan berbagai macam kegiatannya berseliweran di timeline. Sesekali ikut berinteraksi tapi lama kelamaan akhirnya tidak sama sekali. Pun begitu juga status-status yang selalu terupdate di feeds bbm. Selalu berganti. Tapi apa? Tidak juga ada interaksi. Hanya saling melihat status. Seperti itukah sekarang makna dari persahabatan? Atau saya yang menjauh? Tidak juga. Saya selalu berusaha menjaga silatuhrahmi dan selalu berbaik sangka. Tapi mau bagaimana lagi. Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, Memang masanya saja yang sudah mulai habis.

Ngumpul dan nongkrong  adalah hal yang paling sering dilakukan meski hanya duduk dan ngobrol mulai dari a sampai z tapi itu dulu….dulu sekali. Sekarang kenyataannya, untuk mengobrol saja dan mengajak berkumpul susahnya bukan main. Alasannya “sibuk dengan kehidupan masing-masing” Terlalu klise!

Sejatinya, di masa yang katanya tekhologi sangat canggih, komunikasi adalah bukan barang mahal lagi. Tetapi justru kecanggihannya itu menjauhkan segalanya. Tidak ada lagi rasa yang saling merindu, saling mencari jika lama tidak pernah berjumpa. Seperti pisau jika mulai tumpul maka harus segera diasah agar kembali tajam. Pun begitu juga dengan hubungan pertemanan.

argh….saya rindu masa itu, masa yang selalu bahagia meski lagi kere sekalipun tetapi selalu bahagia karena ada sahabat yang selalu ada.

About Ira Puspita

Check Also

Tentang Rasa

Pada akhirnya harus menyerah lagi sebelum berjuang. Tak ada yang perlu disesali. Ketegaran yang sudah …

9 comments

  1. Kayaknya sudah harus liburan nih kaka ^_^

  2. iyaa benar skali kak
    kadang cuma liat2 status tapi gak saling sapa
    seperti habis bahan bgitu
    hihihi…
    mau ajak meetup juga susah waktunya

  3. ada beberapa sahabat super dekat yang sebenarnya kita sudah saling menyadari kalau kita tidak akan selamanya bersama seperti dulu. Tapi mungkin dulu membayangkannya saja begitu sulit. tapi ketika itu benar-benar harus terjadi, hanya memendam rindu yang bisa kita lakukan…

  4. duluu.

    duluuuu sekali.

  5. iya benar itu kak saya juga merasakannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 − one =