Home / Kuliner / #KaltimTrip-2016: Menjajal Wisata Kolestrol di Bumi Borneo

#KaltimTrip-2016: Menjajal Wisata Kolestrol di Bumi Borneo

Wisata kuliner adalah salah satu aktifitas wajib yang dilakukan saat bepergian ke suatu tempat. Jalan-jalan tanpa wisata kuliner rasanya seperti sayur tanpa garam. Hambar!  Makan apa saja selama #KaltimTrip?

Kebiasaan sebelum trip mencari informasi sedetail mungkin tentang tempat yang akan menjadi destinasi. Mulai dari hotel dan apa yang harus dilakukan di tempat tujuan nantinya. Karena perjalanan kali ini mendadak, maka saya tidak terlalu detail mencari informasinya. Yang terpikir pertama kali adalah bagaimana bisa sesegera mungkin bertemu kakak. Pun akomodasi dan transportasinya sudah diatur oleh kakak, saya tahunya hanya berangkat saja. Karena waktu kakak hanya sehari, maka setelah menunaikan tugasnya dia mengajak saya untuk jalan-jalan dan makan-makan tentunya.

Makan Malam di Tenggarong

Hari pertama di Balikpapan tidak dihabiskan dengan mengitari kota Balikpapan. Kami memilih mengujungi kota Tenggarong. Memilih Tenggarong karena memenuhi undangan dari teman kakak yang kebetulan bertugas di kota itu. Saya tentunya sangat senang karna bertambah lagi pengetahuan dan kunjungan  kota-kota yang ada di Kalimantan Timur. Tenggarong adalah ibu kota kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk mencapai Tenggarong dari Kota Balikpapan, haruslah melintasi Samarinda,  ibu kota dari Kalimantan Timur terlebih dahulu. Rencananya sekalian menjemput sepupu saya yang di Samarinda untuk selanjutnya bareng ke Tenggarong.  Sepertinya ini adalah perjalanan yang sangat menyenangkan.

                                                                                                  Udang Galah Goreng

Jarak tempuh antara Kota Balikpapan ke Tenggarong adalah 123 km dengan membutuhkan waktu sekira 3 jam perjalanan. Saking excitednya,  saya tidak memikirkan tentang jauhnya jarak yang akan ditempuh. Lebih memilih menikmatinya, apalagi bersama orang-orang yang tercinta. Jarang-jarang bisa mendapatkan momen seperti ini. Sebelum lanjut ke Tenggarong kami mampir dulu di rumah sepupu di Samarinda seberang dan menjemput mereka lalu bareng-bareng ke Tenggarong. Dari Samarinda ke Tenggarong dibutuhkan waktu sekira 30 menit.

                                                                                     Pasukan hore….

Menjelang magrib kami tiba di Tenggarong dan langsung menuju Rumah Makan Tepian Pandan. Letaknya persis di tepian sungai Mahakam. Sungai yang membelah hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Kami memilih menu ikan lais goreng, gulai ikan patin dan udang galah goreng. Udang galah adalah udang air tawar yang berukuran lebih besar. Kami diberi tips dari pemilik rumah makan untuk memakan udang beserta dengan kulit-kulitnya karena dipercaya menangkal kolestrol. Karena adanya tips itu, menjadi pembenaran untuk saya menyantap udangnya. hohoho….

Kelar bersantap malam, kami lantas mengitari kota Tenggarong di malam hari. Melihat aktifitas warga merupakan kesenangan tersendiri. Berfoto-foto di ikon tulisan Tenggarong. Bukti valid kalo sudah pernah menjejak di ibukota Kutai Kertanegara. Sayangnya, spot foto-foto ikon Tenggarong itu tidak dilengkapi lampu sehingga area sekitar tampak gelap. Well….tidak percuma menempuh jarak yang jauh demi sebuah makan malam yang sangat berkesan. Dan malam itu kami pun kembali ke Balikpapan dengan perut yang kenyang serta hati yang riang….tsah!

Bersantap Siang di RM Torani Balikpapan

“Mau makan apa Ra?” Tanya Ka Ari pada saat menjemput saya di hotel. “Kepiting! dengan mantap saya menjawabnya.

Sudah tertanam di otak, setiap mendengar kata wisata kuliner Balikpapan seketika yang terbayang adalah kepiting. Balikpapan terkenal dengan sajian kepiting yang menggugah selera. Balikpapan adalah salah satu kota di Indonesia yang terkenal dengan olahan kepitingnya selain terkenal sebagai kota minyak tentunya. Maka siang itu kami memilih bersantap siang dengan kepiting asam manis dan ikan bakar di Rumah Makan Torani.

                                                                Kepiting Asam Manis yang Berlimpah Telur

Kepiting, hewan bercapit dan bercangkang yang memiliki daging yang sedikit namun rasanya sangat enak di lidah. Kepiting merupakan salah satu jenis seafood yang paling juara di antara jenis-jenis seafood lainnya. Dagingnya lembut, gurih, dan sangat cocok dihidangkan dengan berbagai saus.

Tidak salah memilih kepiting asam manis yang berlimpah telur berwarna orange menggoda.  Seketika lupa dengan kolestrol dkk.  Selama ini saya belum pernah kontrol tapi lebih kepada menjaga makan aja. Tapi kali ini, godaan kepiting asam manisnya tidak dapat dilewatkan begitu saja.  Rasanya sungguh luar biasa.  Saosnya meresap sampai ke dalam dagingnya. Dalam seporsi kepiting terdapat 3-4 ekor kepiting. Hanya saya yang serius menikmati kepiting tersebut.  Yang lainnya hanya sekadar icip-icip saja.  Sudah bosan katanya.  Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan bila sudah seperti ini. Alhamdulillah yah….bumbunya menyatu dengan cita rasa manis dan gurih yang menghasil nikmat yang luar biasa.

Mencoba Kepiting Asap di Samarinda

Setelah kakak kembali ke Pontianak, saya tidak langsung pulang. Tapi melanjutkan petualangan saya ke Samarinda. Dijemput oleh Anti,  ka Ari serta ponakan-ponakan saya. Kuliner pertama yang saya coba di Samarinda masih tetap memilih kepiting. Tetapi dengan rasa yang berbeda.  Ka Ari membawa saya ke Pondok Borneo. Rumah makan yang terkenal dengan menu kepiting asapnya.  Yeay…..!!!

                                                                       Kepiting Asap Samarinda

Kepiting asap adalah kepiting yang dilumuri dengan bumbu-bumbu khas nusantara kemudian dibalut dengan aluminium foil lalu dibakar di atas arang.  Sumpah…rasanya warbiyasak nikmat,  lezat dan gurih. Ditambah dengan telur kepitingnya yang berlimpah. Dalam seporsi terdapat 3 ekor kepiting yang ukuran sedang. Kali ini saya meminta Anti sepupu saya untuk menemani menghabiskan seporsi kepiting asapnya. Ka Ari tidak menyentuh sama sekali karna khawatir kolesterolnya kumat. Ica dan Akhdan ponakan saya,  memesan menu lain. Jadilah saya dan Anti yang berjuang menghabiskannya.

Saya memberi nilai 9 untuk kepiting asap dari Pondok Borneo. Ini merupakan pengalaman kuliner paling luar biasa yang saya nikmati. Tapi sayang,  saya lupa tanya soal harga. Jadi tidak bisa menulis secara lengkap beserta harga-harganya.  Urusan bayar membayar ditanggung oleh Ka Ari. Salah satu ipar yang paling baek sejagat. Hihihi ketahuan modusnya….

Alhasil selama 4 hari 3 malam di Balikpapan dan Samarinda,  berat badan saya bertambah dan telapak kaki nyeri. Itu pertanda kalau kolestrol saya melewati batas wajar.  Apapun itu,  tetap syukuri dan nikmati.

 

 

About Ira Puspita

Check Also

Farmhouse Susu Lembang : Sekadar Menuntaskan Rasa Penasaran

Farmhouse Susu Lembang adalah salah satu travel wishlist yang harus saya kunjungi selama berada di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + nineteen =