Home / Kontes Blog / Menghabiskan Sore di Bukit Gojeng

Menghabiskan Sore di Bukit Gojeng

Indonesia merupakan negeri di mana surga bersemayam di dalam setiap pelosoknya. Hamparan keindahan yang nyaris luput dari pandangan kita seolah mengaburkan keagungan pesona alam budaya.

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua. Sabtu sore yang cerah, matahari tak terlalu terik di bumi Sinjai. Sepertinya sore yang menyenangkan untuk jalan-jalan. Saya bersama sepupu dan keponakan-keponakan memilih untuk menghabiskan sore di luar rumah. Bosan juga rasanya kalau aktifitas sehari-hari hanya dilalui dengan kantor dan rumah. Jadilah kami memilih sebuah taman yang jadikan lokasi untuk piknik.

IMG_3181

Sore itu kami memutuskan untuk mengunjungi sebuah taman yang ada di Bukit Gojeng. Adalah Taman Purbakala Batu Pake Gojeng yang terletak di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara. Taman yang terbilang unik dan bernilai sejarah. Gojeng sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sinjai. Sudah lama saya tidak menginjakkan kaki di Bukit Gojeng itu, terakhir ke sana beberapa tahun yang lalu. Sore itu Bukit Gojeng terlihat indah dan bersih. Taman Purbakala Batu Pake Gojeng bertahan sebagai lokasi wisata andalan yang ada di Sinjai apalagi ditunjang fasilitas hotspot  sehingga pengunjung sudah bisa mengakses internet secara gratis.

IMG_3183

Taman Purbakala ini sudah berumur ribuan tahun. Dahulu taman purbakala ini merupakan tempat pelaksanaan ritual kerajaan. Bebatuan yang ada di kawasan Taman Purbakala dikenal dengan nama Batu Pake. Bentuknya seperti sebuah meja besar yang dikelilingi tempat duduk dari batu. Batu Pake dalam bahasa bugis artinya batu yang dipahat atau sarcophagus. Sedangkan Gojeng adalah nama lokasi yang di mana batu pahat itu ditemukan. Dan uniknya lagi di bawah batu pahat tersebut terdapat kuburan batu, sehingga masyarakat setempat lebih mengenal lokasi tersebut sebagai kuburan batu.  Konon, kuburan ini pernah digali tahun 1982 silam. Saat itu, tim penggali menemukan benda cagar budaya yang diperkirakan berasal dari jaman Dinasti Ming seperti keramik, fosil kayu dan peti mayat.

Puncak Bukit Gojeng berada di ketinggian 125 meter di atas permukaan laut. Dari puncak bukit ini kita dapat melihat Kota Sinjai. Sangat terlihat jelas hamparan rumah-rumah penduduk, kantor pemerintah, sekolah dan pasar sentral Kota Sinjai. Sejauh mata memandang, kita dapat melihat  eksotisme gugusan pulau sembilan  dengan jejeran hutan bakau Tongke-Tongke yang rimbun serta laut biru yang menghampar di atas terumbu karang Pulau Larea-rea. Untuk sampai ke puncak, kita harus menaiki beberapa anak tangga.

gojengpagePada jaman pemerintahan Jepang, bukit Gojeng  dijadikan sebagai tempat pengintaian karena bukit ini dianggap sebagai titik paling strategis untuk memantau tentara Belanda dan pasukan musuh lainnya yang merapat ke Sinjai melalui Teluk Bone. Batu berpahat atau sarcophagus yang terdapat di Gojeng konon dibuat oleh Andi Baso Batu Pake. Saat meninggal dunia, ia dimakamkan di puncak bukit Gojeng. Bahkan jasad istri dan tujuh pelayannya juga dikebumikan di Gojeng. Kuburan mereka berada di atas bukit ini  yang dikelilingi oleh pagar kawat. Di sekitar sarcophagus, beberapa batu berlesung masih terlihat apik. Konon katanya batu ini dulunya berfungsi sebagai alat untuk menumbuk biji-bijian.

Di taman Bukit Gojeng ini selain situs bebatuan purbakala, terdapat pula penangkaran burung merpati dan jenis lainnya yang dipelihara dengan baik dalam sebuah sangkar besar. Terdapat pula rumah adat Bugis yang dijadikan semacam museum kecil. Juga terdapat gazebo dan beberapa bangku untuk menikmati pemandangan yang asri. Banyak tersedia tempat permainan anak-anak, seperti ayunan, seluncuran dan lainnya.

IMG_3110Sore itu Taman Purbakala Batu Pake Gojeng terlihat ramai. Di beberapa tempat terlihat pengunjung yang berdatangan. Mereka sangat menikmati suasana sore itu sambil bercengkerama. Juga terdapat sekumpulan anak muda yang bergerombol. Setelah saya amati, mereka adalah sekumpulan komunitas yang menjadikan lokasi Bukit Gojeng sebagai tempat belajar berbahasa Inggris. Dengan uang senilai dua ribu rupiah pengunjung sudah dapat menikmati semua fasilitas yang disuguhkan Taman Purbakala Batu Pake Gojeng. Belumlah sah jika ke Sinjai tanpa mengunjungi Taman Purbakala ini dan menikmati kuliner khas Sinjai. 

Saya semakin percaya kalau Indonesia memang indah, tidak hanya alam naturalnya, namun keindahannya bisa dinikmati di setiap penjurunya. Seperti yang ada di Taman Purbakala Batu Pake Gojeng. Jika suatu hari anda berkunjung ke Sinjai, jangan lupa untuk menyempatkan diri ke Bukit Gojeng, selain jalan-jalan juga memperkaya pengetahuan keanekaragaman budaya di daerah yang bermotto Bersatu ini.

 

 

 

 

About Ira Puspita

Check Also

MozKopdar: Berbuka Puasa Bareng Mozillians di Sinjai

Sebuah pesan di kotak messenger yang datang dari Rara, mengabarkan kalau mulai awal bulan Juni …

15 comments

  1. bagus ya pemandangan dari puncak gunung bojeng itu… seperti melihat padang rumput saja… btw, di situs purbakala itu tidak ada candinya ya seperti di jawa?

  2. saya juga dari sinjai qaqa… hidup Sinjai Bersatu!!!! hehe

  3. Saya pernah ke Sinjai, tp cuma lewat di Taman Purbakala ini. Hujan menggagalkan niat saya mengunjunginya lebih dekat bukit ini. Keindahan gugusan Pulau Sembilan juga menarik untuk Ira ulas. Saya pernah berpesta cumi-cumi di sana. hehehhe. Salam kenal ya

    • wah belum sah pernah mengunjungi Sinjai :D, cerita tentang pulau sembilan menyusul kemudian…thanks sudah berkunjung

  4. Kita sama, kak. Sama. Percaya kalau Indonesia itu memang indah. #halah. Etapi memang indaaaahhh o/

  5. eh ada orang sinjai… terakhirka ke gojeng waktu kelas 2 smp, waktu itu gojeng masih populer sbg tempat mesum. semoga dan sepertinya sekarang sudah “bersih”.

    salam kenal.

  6. besok rencana mau kesana,,, moga aja jadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 1 =