Home / Journey / #PaluTrip : Mencecap Rasa Khas Kuliner Palu

#PaluTrip : Mencecap Rasa Khas Kuliner Palu

Bepergian ke suatu tempat tidaklah afdol jika tidak menjelajah kulinernya. Palu tak hanya punya kaledo, pun makanan khas lainnya masih banyak bertebaran dan layak untuk dicoba. Selama masih punya waktu maka nikmatilah apa yang ada di depan matamu. Nah makan apa saja selama di Palu?

Uvempoi

Uvempoi ini hampir mirip dengan kaledo yang mempunyai bumbu dan cara mengolahnya sama dengan kaledo. Jika kaledo terbuat dari kaki sapi atau lembu, maka uvempoi bahan dasarnya adalah jeroan dan daging iga sapi. Uvempoi dapat dinikmati dengan buras atau jagung rebus.

Bubur Manado

Bubur Manado bukan hanya ada di Manado. Tapi bubur Manado yang enak ternyata juga bisa dijumpai di Palu. Saking nikmatnya, saya sampai ketagihan dan harus mengulang sarapan sampai dua kali di sana. Yang menambah nikmatnya bubur manado ini karena dinikmati dengan perkedel ikan nike. Perkedel ikan nike terbuat dari ikan teri. Bubur manado akan semakin nikmat rasanya jika ditambah perasan jeruk nipis dan sambel yang pedes. Hmm…nyam nyam nyam…oh yah bubur manado yang enak letaknya ada di depan rumah sakit Undata.

Ayam Bakar Biromaru

biromaruAyam bakar biromaru adalah salah satu kuliner khas Palu yang wajib dicicipi jika berkunjung ke Palu. Namun lokasi ayam bakar Biromaru tidak berada di kota Palu melainkan berada di kabupaten Sigi. Untuk mencapai desa Biromaru yang ada di kabupaten Sigi harus ditempuh satu jam perjalanan dari kota Palu.

Lagi-lagi kami dijemput oleh kak Hatta dan keluarga ke Biromaru. Rela bepergian jauh demi menjajal kuliner yang terkenal itu. Seperti itulah yang dicari dalam sebuah perjalanan. Menambah pengalaman dan menambah pengetahuan cita rasa kuliner yang ada di daerah tujuan. Makanya semangat sekali sewaktu tahu kak Hatta akan membawa kami ke Biromaru.

Uniknya warung ayam bakar biromaru hanya buka 2 hari dalam seminggu. Mengikuti jadwal pasar di desa tersebut. Karena lokasi rumah makan ini terletak di dekat pasar Biromaru. Jadwal warungnya hanya terbuka pada setiap malam kamis dan malam minggu. Jadi siap-siaplah kecewa jika berkunjung di hari lain selain hari yang telah ditentukan.

Ayam bakarnya dihidangkan bersama ketupat dan kuah kari atau biasa disebut dengan uta dada. Ayamnya pun berasal dari ayam kampung, bukan ayam broiler seperti kebanyakan rumah makan lainnya. Makanya itulah yang menambah nikmatnya ayam bakar biromaru. Jangan tanya soal harga yah, secara lagi-lagi kami ditraktir oleh kak Hatta.

Binte

Binte
Binte

Binte adalah makanan yang berbahan dasar jagung. Indonesia memang terkenal dengan 1001 macam ragam makanan khasnya. Terbuat dari jagung manis yang sudah dipipil, ditambah potongan ikan cakalang, udang, parutan kelapa, kemangi, daun bawang, cabai merah, dan bawang goreng. Binte ini mirip dengan barobbo jika di Makassar.

Es Teler Mahkota

Cuaca yang panas paling pas jika menikmati es teler. Kedengarannya tidak istimewa, tapi rasa es teler mahkota memang lain dari yang lain. Hal yang paling saya rindukan dengan Palu adalah es teler mahkotanya. Belum pernah saya mencicipi es teler seenak itu.

Es teler Mahkota terletak di depan lapangan Vatulemo. Es telernya hampir sama dengan es teler kebanyakan tapi ada rasa luar biasa yang membedakan dengan es teler lainnya. Atau mungkin karena buah alfukatnya yang dihaluskan terlebih dahulu lalu dicampur dengan esnya. Sehingga itulah yang membuat rasanya enak. Entah!

Jika besok-besok berkunjung ke Palu,  jangan lupa mencicipi es teler Mahkota yah. Rugi lho kalau melewatkannya. Sepertinya Ile harus tanggung jawab nih :))

About Ira Puspita

Check Also

#KaltimTrip-2016: Mendadak ke Balikpapan

Pada akhirnya saya menapakkan kaki di Balikpapan. Ini kota kedua yang saya kunjungi di Borneo …

5 comments

  1. Warung ayam bakarnya sayang ya cuma buka dua hari saja.

  2. enak sekali ya keliatannya. sayang cuma 2hr saja bukanya hehehe

  3. Ayam Bakarnya seperti bacem ya mbk? hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 7 =