Home / Journey / Pulau Sembilan: Surga Kecil Yang Tak Terkenal [Part 1]

Pulau Sembilan: Surga Kecil Yang Tak Terkenal [Part 1]

Tak harus pergi jauh untuk menikmati indahnya sepotong surga di Indonesia. Menikmati eksotisnya pulau yang terbilang masih belum tersentuh oleh sentuhan teknologi modern. Semua itu dapat dinikmati dengan mudah. Keindahan itu sejatinya ada di dekat kita

Seperti pada pagi itu, 25 Agustus 2013. Selepas acara Festik Sulawesi Selatan yang diadakan di Sinjai, saya dan beberapa kawan dari Blogger Makassar serta teman-teman panitia berwisata ke salah satu pulau yang ada di Kepulauan Sembilan. Acara wisata ini diperuntukkan untuk tamu luar daerah, yang tujuannya untuk memperkenalkan objek wisata yang ada di Sinjai.  Maka pada hari minggu itu, jadilah kami mengunjungi Pulau Sembilan. Meski penduduk Sinjai, tapi ini kali pertama saya menjejak Pulau Sembilan *tutup muka*

Jika  mendengar kata  “destinasi Parawisata Sulawesi Selatan”, yang terlintas di benak adalah Makassar dan Tana Toraja. Tak dapat dipungkiri kepopuleran dua destinasi wisata tersebut.  Pun jika mengetik “destinasi wisata pantai Sulawesi Selatan” di kolom mesin pencari, maka yang terpampang di halaman pertama adalah Pantai Losari, Pantai Bira dan Pantai yang ada di Selayar.  Pulau Sembilan yang ada di Sinjai, tidak terdeteksi oleh mesin pencari. Hal ini yang membuat saya semangat dan optimis untuk selalu menulis tentang Sinjai dan potensi yang dimilikinya melalui media blog yang saya kelola.

Berwisata ke Pulau Sembilan

Matahari bersinar terang pagi itu, ketika rombongan kami berkumpul di dermaga Lappa untuk menyeberang ke Pulau Sembilan. Sebuah kapal kecil telah menunggu di tepi dermaga. Kapal kayu yang kira-kira selebar 2 meter dan mempunyai panjang berkisar 20 meter itulah yang akan mengangkut kami. Saya agak merinding, ketika melihatnya. Kapal ini adalah milik salah satu teman yang memang penduduk Pulau Sembilan. Lutut gemetar tatkala harus menyeberangi dermaga untuk naik ke kapal tersebut. Jika salah melangkah saja, maka dengan sekejap akan tercebur ke dalam sungai. Setelah berada di atas kapal, barulah saya bernafas lega.

Cuaca sangat cerah ketika rombongan mulai meninggalkan dermaga Lappa. Laut pun tenang, deburan ombak serta hembusan angin laut membuai sehingga seperti diayun. Perjalanan mengarungi laut lepas mempunyai cerita tersendiri. Ada rasa berdebar-debar, tetapi segera tertutupi dengan indahnya pemandangan laut yang berwarna biru. Warna birunya membuat perasaan tenang. Sebagai pencinta warna biru, saya sangat menikmati suasana seperti itu. Sungguh warna birunya membuat saya semakin takjub akan kebesaranNya.

Dari kejauhan kita bisa melihat gugusan pulau-pulau kecil yang mirip benda kecil mengapung di laut biru, diombang-ambingkan gelombang perairan Teluk Bone. Deretan pulau kecil itulah bernama pulau Sembilan. Pulau Burungloe, Pulau Liang-liang, Pulau Kambuno, Pulau Kodingareng, Pulau Batanglampe, Pulau Katingdoang, Pulau Kanalo 1, Pulau Kanalo 2 dan Pulau Larea-rea adalah nama-nama pulau yang ada di kepulauan Sembilan. Namun belakangan muncul sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Oleh penduduk Pulau Sembilan diberi nama Pulau Lafoifoi. Jadi penyebutan pulau Sembilan sudah tidak sepenuhnya benar dengan munculnya Pulau Lafoifoi tersebut. Meski muncul pulau kesepuluh, pun penyebutan Pulau Sembilan yang sudah populer dan tidak berubah namanya hingga kini.

Deretan pulau yang terlihat kecil semakin jelas di depan mata. Itu pertanda, kami sebentar lagi akan tiba di kawasan Pulau Sembilan. Di antara semua pulau yang ada di kawasan pulau Sembilan, ada satu pulau yang tak berpenghuni yaitu Pulau Larea-rea. Di pulau tersebut, kita dapat menikmati desiran ombak serta melihat semua pulau di kawasan Pulau Sembilan. Dan pulau itulah yang menjadi tujuan kami untuk bersuka ria sambil menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh alam.

About Ira Puspita

Check Also

#KaltimTrip-2016: Mendadak ke Balikpapan

Pada akhirnya saya menapakkan kaki di Balikpapan. Ini kota kedua yang saya kunjungi di Borneo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 4 =