Home / Sinjai / Rekomendasi Abal-Abal

Rekomendasi Abal-Abal

Beberapa hari ini istilah rekomendası abal-abal kerap terdengar dibicarakan orang-orang yang membahas bakal siapa calon yang akan memimpin Sinjai 2013-2018 mendatang.  Meski masih beberapa bulan lagi, perhelatan politik yang akan digelar di Sinjai menghangat dan bahkan mulai memanas. Perebutan kendaraan partai yang menjadi dalangnya. Munculnya dukungan ganda pada beberapa kandidat pasangan. Kandidat cabup dan cawabup itu percaya diri dengan rekomendasi yang mereka pegang. Lalu rekomendasi manakah yang sah di antara rekomendasi-rekomendasi yang ada itu?

Ya ya ya…..genderang perang belum juga ditabuh, pertempuran pun sudah dimulai. Saatnya partai politik jual mahal. Panen tidak lama lagi menghasilkan. Tak pelak angka-angka fantastis tertera demi sebuah deal. Finansial yang berbicara. Yang menjadi masalah sekarang, kenapa harus ada beberapa partai yang dikendarai dua pasangan? Semua orang berhak melakukan klaim dan pembenaran, tentu dengan landasan-landasan objektif dan realistis. Sebagai penonton, kita hanya menunggu  misteri apa yg akan terkuak selanjutnya. Yang jelas sikap sportifitas dan tanggung jawab harus selalu dijunjung tinggi.

Images by Google

Sebenarnya saya bukan typical orang yang suka membahas politik. Karna saya tahu politik lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Sejak dulu saya hanya menjadi pengamat dari jauh. Tapi untuk kali ini saya tergelitik untuk mengikuti perkembangan politik yang ada di Sinjai. Politik di Sinjai itu ngeri-ngeri sedap.

Sejatinya pemegang kekuasaan tertinggi pada pilbup adalah DPD karena DPDlah yang menanda tangani dukungan di KPU dengan menyertakan rekomendasi. Akan tetapi jika salah satu calon lain dari partai yang sama membawa surat pembekuan kepengurusan parpol dari DPP maka DPW yang akan bertanda tangan dukungan di KPU dengan membawa rekomendasi. Nah di sinilah serunya perebutan rekomendasi yang lagi trend sekarang di Sinjai. Itu hanya analisa sok tahu yang saya punya. Correct me if i’m wrong 🙂

Jauh sebelum proses pilkada berlangsung, muncul beberapa group di facebook yang khusus membahas tentang politik. Yang lucu dari group-group itu adalah ketika para pendukung saling menghujat dengan pendukung kandidat lainnya. Sadar atau tidak, justru ulah para pendukung inilah yang menjatuhkan kredibilitas dari kandidat yang mereka usung.

Sementara itu disaat para kandidat dari jalur partai politik sibuk mengamankan kendaraannya, justru kandidat dari jalur independen menjadi penonton di halaman KPU. Karna jalur Independen tidak membutuhkan rekomendasi untuk bertarung. Sedangkan kandidat dari jalur partai politik sangat membutuhkan rekomendasi sakti dan bukanlah abal-abal.

Dan pada akhirnya KPU-lah yang akan menentukan siapa yang akan berhasil lolos nantinya. Mari menunggu seperti apa akhir episode pilkada Sinjai 2013 nantinya. Semoga tidak ada Bupati ganda ataupun Bupati palsu dari efek munculnya rekomendasi abal-abal yang fenomenal   belakangan ini.

 

 

 

About Ira Puspita

Check Also

3 Tahun Melangkah Bersama

Sejak memutuskan untuk pulang ke Sinjai beberapa tahun lalu, ada perasaan berat  yang mengganjal di …

2 comments

  1. cieee…jadi pengamat politik nih bu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 4 =