Home / Private Emotions / Sebuah Renungan Tentang Kehilangan

Sebuah Renungan Tentang Kehilangan

Selalu ada pelangi setiap hujan usai

Quote itu yang selalu menjadi penyemangat ketika didera perasaan sentimentil. Rasanya seperti ada emosi terbendung yang ingin menyeruak keluar. Dalam hidup ini, tentunya kita akan menjalani berbagai fase. Pun begitu juga dengan kehilangan. Tidak ada satu orang pun di dunia ini menginginkan yang namanya kehilangan. Karena yang namanya kehilangan, imbasnya berujung dengan penderitaan.

Kehilangan tidak melulu tentang mereka yang selalu dielu-elukan setiap saat atau yang biasa disebut dengan pacar, tapi tentang seseorang yang biasa kita sebut sebagai sosok yang selalu menyediakan bahunya saat mulai lelah, Sahabat.

Saya selalu menjadi sentimentil jika merasa kehilangan orang yang saya anggap dekat. Konon katanya kehilangan yang paling menyakitkan adalah ketika harus kehilangan sahabat dengan segala macam perhatian-perhatiannya. Kehilangan pacar itu sudah biasa dan bukan hal yang baru lagi. Sudah beberapa kali mengalami kehilangan pacar tapi semua bisa dilewati. Bahkan belum lama ini saya mengalaminya lagi. Tidak ada rasa sakit saat ditinggal olehnya. Semuanya biasa-biasa saja. Melepasnya dengan ikhlas tanpa harus ada rasa yang tersakiti.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Kenapa bisa setegar itu? Karena ada sahabat-sahabat yang selalu ada dan menghibur. Merekalah yang membuatku menjadi perempuan tegar. Saya ingin membuktikan kepada lelaki-lelaki itu, bahwa perempuan yang kamu tinggalkan adalah perempuan hebat yang pantas dimiliki oleh seorang lelaki beruntung yang berani berjalan di sisinya. Argh cinta memang susah ditebak.

Betapa antara benci dan sayang kadang jaraknya begitu tipis. Hari ini sangat sayang sekali, bisa jadi esok akan berubah menjadi benci. Sejenak rasanya ingin melupa, ingin abai tentang semua drama-drama kehidupan yang bikin muak. Saya penat!

Sudah beberapa hari ini saya selalu tidur saat mulai larut. Tidak seperti biasanya. Dan seperti malam ini, saya kembali diserang penyakit susah tidur.Terlalu banyak fikiran. Terlalu takut menghadapi apa yang akan terjadi esok hari. Terlalu cemas dengan firasat yang dikirim dengan sinyal yang belum jelas arahnya. Takut kehilangan. Itu yang menjadi masalahnya. Entah sejak kapan rasa takut kehilangan itu menggerogoti.

Menurut beberapa penelitian, perempuan lebih sedih ditinggalkan teman atau sahabat daripada kehilangan pasangan.  Persahabatan bagi perempuan bukan urusan sepele. Hubungan pertemanan ini begitu berharga bagi perempuan yang dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupannya.   Mereka selalu memakai hati dalam menjalin persahabatannya. Saya sepakat akan hal itu. Karena kedekatan emosi inilah yang kemudian membuat perempuan merasa sedih jika harus kehilangan teman dekatnya.

Bahkan terkadang seseorang lebih dekat dengan sahabatnya dibanding keluarganya sendiri. Saat mengalami masalah, orang pertama yang tahu adalah sahabatnya. Karena merasa lebih nyaman berbagi cerita kepada sahabat. Meski  hubungan persahabatan kadang-kadang melelahkan dan seringkali menjengkelkan. Tetapi seperti itulah lika-liku dalam sebuah hubungan persahabatan. Justru hal-hal  seperti itulah yang membuat persahabatan menjadi lebih berwarna.

Lalu kenapa mesti ada rasa galau karena takut kehilangan? Iyah, saya merasa kehilangan, kehilangan kebiasaan-kebiasaan yang kerap menemani setiap harinya. Tetiba semuanya berubah. Tidak ada badai, tidak ada hujan. Semua seakan menghilang. Intensitas kebersamaan dan kedekatan membuat kita terbiasa dan merasa biasa. Namun ketika yang terbiasa dan biasa itu tak ada,  merasa seakan ada yang kurang dan hilang dari kebiasaan dan keterbiasaaan itu.

Munculnya “teman baru” adalah sosok paling mengancam di dalam dunia persilatan. Karena tidak jarang, kehadiran merekalah yang membuat kita menjadi seperti ingin jungkir balik, kayang dan koprol karena  merasa takut kehilangan.

Cemburu? Tidak, itu bukanlah cemburu. Karena semua itu berada dalam konteks yang berbeda. Cemburu hanya cocok diterapkan pada hubungan dari sepasang kekasih. Tetapi dalam hubungan persahabatan, cemburu bukanlah sesuatu yang tepat untuk digunakan. Sekali lagi itu bukan cemburu, tetapi lebih kepada hanyalah rasa takut. Rasa takut yang selalu muncul karena tidak siap untuk kehilangan.

Dulu saya berfikir , orang yang selalu ada di dekat kita dan membuat kita selalu merasa nyaman bersamanya adalah orang yang tidak akan mungkin meninggalkan. Nyatanya, saya telah kehilangan. Dulu membayangkannya saja begitu sulit, tetapi ketika itu benar-benar harus terjadi, hanya memendam rindu yang bisa kita lakukan. Dan di sinilah saya berada, memasuki fase berikutnya dalam hidup.

Atau mungkin masanya memang sudah lewat

 

 

 

 

About Ira Puspita

Check Also

4 Juli 2015

Tidak ada satupun manusia yang tahu akan seperti apa hidup ini akan berjalan. Semua skenario …

One comment

  1. salam, terkadang saya baru menyadari orang itu begitu berharga bukan saat bersana tetapi saat setelah dia pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − seven =