Home / Journey / Semalam di Kuala Lumpur

Semalam di Kuala Lumpur

Pukul 22.15 tepat Si burung besi Air Asia mendarat dengan mulus di Airport Kuala Lumpur LCCT ( Low Cost Carrier Terminal). LCCT Airport khusus untuk pesawat komersil murah meriah seperti Air Asia. Kuala Lumpur masih mempunyai satu bandara lainnya yaitu KLIA (Kuala Lumpur International Airport) bandara ini dikhususkan untuk berbagai macam pesawat komersil seperti KLM, Garuda, Singapore Airlines, Lion Air dan sejenisnya.

lcctDalam hati bersorak, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di negeri jiran. Norak-norak bergembira dan excited. Itulah yang saya rasakan. Bergegas keluar dari pesawat menuju loket imigrasi untuk pemeriksaan paspor. Berbaris antri dan tetap stay di barisan sambil menunggu untuk mendapatkan giliran menyerahkan paspor ke petugas. Sejenak wawancara dengan petugas, bertanya dalam rangka apa ke Malaysia dan rencana berapa lama akan menetap. Setelah proses wawancara selesai, petugas membubuhkan stempel Negara Malaysia. Yeay…..sah!

Selanjutnya menuju tempat pengambilan bagasi. Dan menuju ruang kedatangan bertemu dengan travel agent yang menjemput kami. Sesuai dengan intruksi Mba Ocie agen travel yg kami pakai. Ternyata terjadi kesalahpahaman. Petugas travel yang bertugas untuk menjemput  kami tidak nampak di pintu keluar ruang kedatangan. Saya sudah mulai gusar, belum apa-apa servicenya sudah tidak nyaman. Alasannya karna tadi pesawat sempat delay dari Makassar.

Ada sedikit penyesalan memberitahukan kalau pesawat kami delay. Jadinya kami harus menunggu lama. Seharusnya agen travel itu saja yang menunggu kami. Karna itu sudah tugasnya. Daripada menghabiskan energi untuk marah-marah lebih baik mengisi waktu dengan acara foto-foto. Semua spot yg unik tak luput dari bidikan kamera. Teman-teman saya yang narsis tentunya menjadi model dengan sukarela. Terlepas dari mereka memang hobi foto-foto. Saya tidak sempat mengitari LCCT airport ini karna waktu sudah semakin malam dan penjemput kami sudah datang. Zona waktu antara Makassar dan Kuala Lumpur tidak ada yang berbeda.

Mobil yang membawa kami melaju kencang sepanjang jalan menuju hotel. Sengaja saya tidak memejamkan mata dan memilih menikmati perjalanan. Kesan pertama yang saya dapatkan adalah Kuala Lumpur kota yang modern dan bersih. Suasana kota pada saat malam terlihat indah oleh silaunya lampu-lampu. Tak henti-hentinya saya berdecak kagum setiap melintasi kawasan yang menarik. Kapankah Makassar bisa seperti ini? Tak terasa kami sudah tiba di hotel. Bergegas turun dan menuju receptionis untuk mengambil kunci kamar. Rasa kantuk dan lelah tak dapat kami sembunyikan. Saatnya tidur untuk mengisi energi agar esoknya tubuh kembali fit. Karna perjalanan itu masihlah panjang.

Masih bersambung..……

About Ira Puspita

Check Also

#TravelWork-Bandung 2016 : Akhirnya ke Tangkuban Parahu

Sudah berkali-kali ke Bandung, namun belum sekalipun mengunjungi Tangkuban Parahu. Tahun 2015 lalu, saya  ke …

13 comments

  1. petugas imigrasi itu sempat nanya no pin bb ngga ?:)

  2. pertanyaan di atas tidak ada jawabannya 🙂

  3. cieee..ciee…
    yg sudah menginjak Malaysia..
    #ihik

  4. tenang saja..Makassar sedang berbenah untuk menjadi KOTA DUNIA 🙂

    • tidak usahlah menjadi kota dunia, bisa hidup tenang dan nyaman itu sudah cukup :D….btw terima kasih kunjungannya 🙂

  5. cara ngibulin petugas imigrasi sih cuma “PD” berasa tidak ada yang aneh dari negeri yang kita kunjungi. Begitu ngelihat kita hepi, excited, atau ragu-ragu itu jadi santapan mereka hihihi

    *om bisot nda ada ji di sini toh* :))

    • alhamdulillah…saya tidak pernah nyangkut di imigrasi…so far lancar sih. cuman temanku yang sempat kena random cek paspornya dan interogasi.

  6. Great work! Thanks a lot for sharing. I used to stay/work in KL for almsot 10 years and it’s fun to look at photos of KL after a long absence. Gotta drop by KL someday soon.

  7. nya pake kamera apa? Cantik banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 5 =