Home / Me & My Friends / Setelah Sepuluh Tahun

Setelah Sepuluh Tahun

Berawal dari obrolan iseng di grup bbm dan berbekal tiket promo Air Asia yang dimiliki Andev dan Asya, akhirnya bisa terwujud juga trip ke Bali dalam rangka reunian dengan teman-teman Bugis Makassar Chat Group YM. Sudah lama mereka sounding di grup kalo akan ke Bali pada bulan Mei. Saya tidak terlalu ambil peduli dengan rencana mereka karena bulan Januari lalu saya sudah berkunjung ke Bali. Saya pikir waktunya belum terlalu lama untuk kembali liburan ke Bali.Perkenalan kami bermula dari sebuah percakapan di yahoo messenger sepuluh tahun silam. Bugis makassar chat room tempat berkumpulnya kami menghabiskan waktu sambil bersenda gurau.

Kopdar demi kopdar berlangsung dan berujung menjadi persaudaraan. Bukan hanya yang berdomisili di Makassar, pun dari luar Makassar berkumpul menjadi satu. Mereka yang berdarah  bugis makassar dan sedang jauh dari tanah kelahirannya. Batam, Jakarta, Jepang, Belanda, London, Jerman dan beberapa tempat lainnya. Ngobrol di room adalah salah satu cara untuk melepaskan kerinduan mereka akan kampung halaman.

Kotak messenger yang mempersatukan kami sehingga sampai sekarang persaudaraan itu semakin erat meski jarang bertemu lagi. Waktu berlalu, fitur grup yahoo messenger dihilangkan oleh Yahoo. Pun masing-masing juga sibuk dengan dunianya sendiri, sehingga sempat beberapa waktu kehilangan kontak. Waktu pun terus berjalan, tak terasa sepuluh tahun umur perkenalan kami. Dipertemukan kembali melalui social media dan grup blackberry messenger. Dari grup itulah, keakraban yang sempat putus, terjalin kembali. Termasuk merencanakan trip ke Bali. Dan akhirnya, pada tanggal 2 Mei obrolan iseng itu terwujud.

Bali, 2 – 7 Mei 2014

Perjalanan kami agak sedikit terganggu gara-gara jam penerbangan yang mendadak bergeser. Semula kami harus berangkat siang tapi faktanya yang terjadi kami berangkat pukul sepuluh malam. Tidak bisa menyalahkan siapapun, akhirnya dengan keadaan tersebut maka itinerary yang kami sudah rencanakan menjadi terganggu. Das yang semula sudah direncanakan mempunyai jadwal yang sama dengan kami, terpaksa menunggu lama kedatangan kami.

Rombongan trip Bali kali ini berjumlah 7 orang. Saya, Asya, Andev, Athok serta 2 orang teman Andev berangkat dari Makassar. Sedangkan Das berangkat dari Batam. Sudah 6 tahun terakhir ini, Das menjadi penduduk Batam. Ini salah satu yang menjadi alasan saya sehingga nekad untuk ikut trip Bali. Padahal belum terlalu lama, saya berkunjung ke Bali bersama sahabat-sahabat dari lingkar pertemanan lainnya. Yah, saya kangen Das.

Perjalanan dari Makassar ke Bali lancar tanpa deramah yang menganggu. Saya selalu menyebut “deramah” jika ada sesuatu hal yang menganggu dalam melakukan sesuatu. Dijemput dengan Pak Made setelah melewati beberapa negosiasi dengan para driver taksi gelap di Bandara. Endingnya tidak ada kata sepakat dengan mereka dan akhirnya saya menelpon Pak Made untuk menjemput kami. Beruntunglah mengenal Pak Made yang selalu siap di saat saya membutuhkan bantuannya selama berada di Pulau Dewata tersebut.

Lewat tengah malam kami tiba di hotel yang berada di daerah Legian. Letaknya berada di kawasan keramaian Legian. Sehingga musik dari pub-pub terdengar jelas di telinga dan mennjadi pengantar tidur kami selama berada di hotel tersebut. Hotel Sandat nama hotelnya. Hal pertama yang kami lakukan adalah melepas kangen dengan Das sambil menikmati makan malam yang sudah kami beli di KFC. Alamat berat badan bakal kacau selama liburan kali ini. Cerita demi cerita mengalir begitu saja tanpa terasa subuh sebentar lagi menjelang. Kembali ke kamar masing-masing untuk istirahatkan badan.

Perjalanan demi perjalanan kami lalui, makan-makan, jalan-jalan dan belanja-belanja. Semuanya sangat menyenangkan. Ternyata kami masih sekompak yang lalu, seperti beberapa tahun sebelumnya. Belum ada yang berubah termasuk kelakuan juga status =)) =)) =)). Keindahan pulau dewata menjadi lebih sempurna karena berkumpulnya kami kembali. Tapi sayangnya masih banyak yang belum bergabung dalam trip kali ini. Berharap..trip yang akan datang, personil jalan-jalannya bertambah. Tentunya dengan destinasi berbeda.

Medan…..tunggu kami setahun kemudian…..*puk-puk dompet*

 

About Ira Puspita

Check Also

#TravelWork-Bandung 2016 : Akhirnya ke Tangkuban Parahu

Sudah berkali-kali ke Bandung, namun belum sekalipun mengunjungi Tangkuban Parahu. Tahun 2015 lalu, saya  ke …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − twelve =