Home / Travelling / #TravelWork-Bandung 2016: Mengukir Kenangan di Floating Market

#TravelWork-Bandung 2016: Mengukir Kenangan di Floating Market

Floating market sama persis ceritanya dengan Tangkuban Parahu.  Meski sudah sangat dekat dari asrama tempat mengikuti diklat,  namun pada saat itu saya tidak sempat mengunjunginya . Barulah Lembang Jilid 2 ini,  semuanya bisa diwujudkan. Sekalinya terwujud,  saya seperti balas dendam atas kegagalan sebelumnya.  Kali ini,  saya berkunjung dua hari berturut-turut. Keren kan saya? halah….

Sangatlah merugi jika sudah  berada  di Lembang tapi tidak menyempatkan untuk mengeksplore objek wisatanya.  Lembang terkenal dengan objek-objek wisata yang populer.  Setiap tahun,  ada saja objek wisata baru dimunculkan. Lagi-lagi harus diakui kalau orang Bandung itu kreatif dan piawai melihat peluang usaha.

Kamis sore selepas mengikuti kegiatan diklat,  saya mengajak  teman-teman mengunjungi Floating Market.  Dengan dalih , melepas penat yang selama beberapa hari ini mendera. Otak juga butuh asupan pemandangan indah agar bisa menyegarkan kembali pikiran. Dengan berjalan kaki,  kami menuju Floating Market.  Tepatnya di belakang Grand Hotel Lembang. Floating Market ini berada tepat di jantung kota Lembang.  Hanya butuh  10 menit ditempuh dengan berjalan kaki dari asrama. Langkah kami cukup tergesa, mengingat sore yang sebentar lagi akan berlalu dan tentunya khawatir tidak dapat mengeksplore semua yang ada di kawasan Floating Market.

Apa yang Menarik di Floating Market?

Floating market menyajikan konsep yang berbeda dengan tempat-tempat wisata yang ada di Lembang pada umumnya. Dengan konsep wisata yang menggabungkan antara perpaduan alam Lembang yang memesona dengan pasar terapung tradisional. Mendengar kata pasar terapung, selintas teringat dengan iklan jadul di salah satu tivi swasta yang menggambarkan suasana pasar terapung di Banjarmasin. Setidaknya seperti itulah bayangannya.

Akses menuju Floating Market sangat jelas petunjuknya. Meski jalan yang dilalui berbukit-bukit, namun tidak mengurangi semangat kami untuk melangkah. Di depan pintu masuk, disambut oleh petugas tiket yang gesit. Dengan membayar Rp 20.000/orang, harga yang sangat terjangkau  untuk lokasi wisata keren dan kekinian. Pun tiket tersebut berfungsi sebagai voucher yang dapat ditukarkan dengan berbagai jenis minuman.

Pemandangan pertama disambut dengan halaman parkir yang sangat luas. Diperkirakan bisa menampung ratusan kendaraan. Pertanda bahwa pengelola Floating Market tidak main-main menyediakan pra sarana yang sangat memadai untuk pengunjungnya. Juga terdapat  Factory Outlet di tengah-tengah halaman. Sejak dulu kala, Bandung terkenal akan keberadaan Factory Outlet yang menawarkan barang branded dengan harga yang membumi. Tak sabar rasanya ingin melihat kejutan selanjutnya yang ditawarkan oleh tempat wisata ini.

Di pintu masuk terdapat sebuah bangunan untuk menukarkan voucher dengan berbagai jenis minuman. Saya menukarkan vouchernya terlebih dahulu karena sudah kehausan. Lumayan cyin…jalan kaki sambil lari-lari itu pastinya ngos-ngosan. Setelah mendapatkan minumannya, bergegas melangkah masuk. Dua buah koin raksasa berwarna kuning dan biru menyambut.

Halaman luas yang menghampar hijau dan asri. Deretan kursi dan meja bertenda berjajar rapi di sepanjang pinggiran danau. Di belakang miniatur koin terhampar  danau Situ Umar  dengan tulisan FLOATING MARKET. Kesan pertama yang saya rasakan adalah tempat ini keren. Pemandangan  yang disajikan sangat memanjakan mata. Sedap dipandang dan nyaman dirasakan. Ditunjang dengan suasana alam Lembang yang sejuk. Sangat cocok dinikmati duduk-duduk sore sambil pacaran eh bercengkrama dengan teman-teman.

Berjalan ke arah kiri dari arah gerbang adalah pilihan yang tepat. Banyak spot cantik yang bisa dijadikan tempat foto-foto. Dan jika berjalan ke arah kanan, akan langsung menuju rumah kelinci dan kolam angsa. Saya tidak henti-hentinya memotret semua yang terlewati dan kelihatan unik. Berjalan terus dan melewati jalan setapak serta pepohonan yang rindang. Banyak hal unik yang dijumpai di sini. Bagi penganut narsis akut, tentunya tempat ini sangat layak untuk dikunjungi.

Di bagian dalam, akhirnya bertemu dengan pasar terapungnya. Bayangan tentang pasar terapung dan iklan jadul ternyata jauh berbeda dengan yang ada di sini. Pasar terapung di Banjarmasin terjadi secara alami karena kondisi wilayahnya yang banyak memiliki sungai besar sehingga aktifitas jual beli dilaksanakan dari atas perahu. Di Floating Market, hanya para penjual yang berada  di atas perahu beserta jualannya. Namun para pembeli tidak perlu repot-repot naik ke perahu untuk dapat menikmati kuliner yang mereka tawarkan. Kita hanya perlu mendekati perahu penjual dari pinggir area danau. Perahu para penjual ditambatkan supaya selalu berada di tepian dan memudahkan pembeli untuk berbelanja.

Keunikan lainnya, semua tranksaksi yang terjadi di pasar terapung pembayarannya menggunakan koin. Jika berniat ingin berbelanja makanan dan minuman, pastikan menukar uang ke dalam bentuk koin. Koin ini terdiri dari pecahan 5.000, 10.000, 50.000, dan 100.000. Sebaiknya tukar koin secukupnya saja, soalnya koin tersebut tidak bisa diuangkan kembali dan pastinya cuma bisa dipakai bertransaksi di Floating Market Lembang. Ada beberapa tempat penukaran koin yang tersebar, tidak perlu khawatir pas kehabisan koin.

Floating Market  juga menyediakan berbagai macam wahana permainan anak-anak dan dewasa seperti perahu air, kereta air dan outbond. Setiap wahana dikenakan tiket masuk yang berbeda. Kalau hanya sekadar menuntaskan rasa penasaran seperti apa Floating Market itu ,biaya masuk tadi sudah cukup. Tetapi biaya yang kita keluarkan bakal lebih mahal apabila banyak wahana yang kita masuki. Kalau saya sih, hanya numpang foto-foto. Selain itu, ada juga beberapa wahana edukasi seperti replika alat musik khas Sunda, lukisan-lukisan, juga beberapa alat-alat pertanian tradisional yang dipamerkan. Juga terdapat  miniatur jalur kereta api yang merupakan miniatur terbesar se-Indonesia.

Kunjungan di hari pertama tidak cukup untuk mengeksplore semua spot-spot yang ada. Keesokan harinya, saya berkunjung lagi untuk kedua kalinya. Namun kunjungan kedua ini hanya berdua. Berdua dengannya…menghabiskan sore, mengabadikan dan meresapi setiap momen. Semua bermula dari sini…di Floating Market kita mengukir kenangan. Berharap suatu hari nanti, akan kembali ke sini dan memungut beberapa kenangan yang berserakan *mimisan*

Akankah ada cerita Lembang Jilid 3?

About Ira Puspita

Check Also

#TravelWork-Bandung 2016 : Akhirnya ke Tangkuban Parahu

Sudah berkali-kali ke Bandung, namun belum sekalipun mengunjungi Tangkuban Parahu. Tahun 2015 lalu, saya  ke …

One comment

  1. kemarin ke Bandung cuma sempat ke Farm house. next.. harus ke sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + two =