Home / Me & My Life / Tutor Dadakan Yang Galak

Tutor Dadakan Yang Galak

Ada yang berbeda dari ramadhan sebelumnya. Kali ini saya harus menghabiskan waktu nyaris sebulan di shelter penampungan PPA-PKH. PPA-PKH merupakan program Pengurangan Pekerja Anak untuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan. Ini adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh kantor tempat saya bekerja di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan. Mendapatkan mandat menjadi tutor untuk anak-anak putus sekolah tersebut.

ppapkh

Tidak pernah terpikir sebelumnya kalau suatu waktu saya akan menjadi tutor. Tutor untuk para anak-anak yang putus sekolah pula. Harus punya kesabaran ekstra untuk menghadapi mereka. Bukan rahasia lagi jika mereka diidentikkan dengan nakal atau semacamnya. Awalnya saya menolak mandat itu, karena saya merasa tidak sanggup untuk menjalaninya. Apalagi saya tipical orang yang agak tempramen jika menghadapi anak-anak yang tidak mau mendengar.

Ternyata saya tidak punya pilihan lain selain menerima mandat itu. Dan di sinilah saya sekarang, menjalani dua puluh delapan hari menjadi seorang tutor yang galak kata anak-anak itu. Well….saya harus pasrah jika diberi gelar “galak”oleh mereka. Sejak awal, saya sudah menerapkan peraturan yang harus mereka ikuti. Apalagi yang berurusan soal etika.

DSCN0491Hari pertama membawa materi, saya belum mempunyai persiapan apa-apa. Pun dari kantor belum ada modul yang diberikan. Untuk materi, saya dipercayakan untuk memilih sendiri materi yang akan dibawakan nantinya. Untuk tahap awal saya belum mempunyai bayangan sedikitpun.

Mesin pencari adalah tempat pelarian untuk mencari wangsit. Beruntung si mas mesin pencari berbaik hati menggelontorkan semua ilmunya kemudian diturunkan kepada saya. Dari situlah saya memulai membuat draft-draft yang akan saya bawakan di kelas nantinya.

Hari berlalu…tugas sebagai tutor pun saya nikmati. Awalnya memang sangat berat mengingat saya tidak pernah punya pengalaman menjadi seorang tutor. Tapi semua harus dijalani dan dinikmati. Pun anak-anak itu mulai beradaptasi dengan lingkungannya di shelter, meski masih lebih banyak yang membawa kebiasaan buruknya. Beruntung saya punya partner yang bisa mengimbanginya.

About Ira Puspita

Check Also

Hai April!

Lepaskan jika memang harus dilepaskan, lalu ikhlaskanlah agar kamu dapat menemukan hikmahnya Tak terasa sudah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 6 =