Home / Catatan Kecil / Warkop Bukan Sekadar Tempat Nongkrong

Warkop Bukan Sekadar Tempat Nongkrong

Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya. Filosofi Kopi-Dee

Meski masih 4 bulan lagi Pilkada Sinjai akan digelar, tapi aromanya sudah mulai menggeliat. Beberapa pasangan sudah mendaftarkan ke KPU setempat. Tidak tanggung-tanggung ada 10 calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung di Pilkada Sinjai kali ini. 5 pasang yang akan didukung dari partai politik dan 5 pasang calon dari independen. Berbeda dari Pilkada sebelumnya hanya 2 pasang yang bertarung. Apakah ini pertanda sudah semakin banyak figur yang merasa pantas memimpin Sinjai? Tepatnya mereka merasa mampu untuk mengubah Sinjai menjadi lebih baik. Entahlah…..

Pilkada tentu tidak jauh-jauh dari baliho. Sejak beberapa bulan lalu baliho sudah memenuhi sudut-sudut jalan dan tempat-tempat potensial yang dilalui banyak orang. Dengan berbagai gaya dari para calon-calon peserta pilkada. Ekspresi senyum yang dibuat-buat dan janji-janji muluk dari para calon peserta. Saya kadang berkelakar dengan teman-teman saat melihat beberapa wajah baliho.

Wah sepertinya foto kita yang belum ada di sudut jalan itu, bagaimana kalau besok kita pasang juga…

Itu hanya sekadar candaan yang sekaligus kritikan karna miris dengan kondisi jalan yang dipenuhi dengan baliho. Tentunya ini bukan saja terjadi di Sinjai. Pun semua daerah yang akan menggelar pilkada akan mengalami hal yang sama. Pohon-pohon sudah tidak ada lagi yang perawan karna sudah banyak paku yang tertancap. Kasihan deh nasibmu pohon 🙂

Dan yang lagi trend sekarang dengan adanya proses pilkada adalah pengunjung warkop yang selalu ramai di kunjungi. Warkop sepertinya sudah lazim menjadi tempat untuk membahas percaturan politik. Dinamika pembahasan politik ala warkop  boleh jadi lebih punya nyali ketimbang ketika pembahasan politik itu dilaksanakan di tempat yang tertutup. Meski di Sinjai hanya ada beberapa warkop tapi semua warkop-warkop yang ada eksis karena trend pilkada ini.

Kopi merupakan minuman favorit banyak orang. Penggemar kopi sudah ada sejak dulu, dan terus ada hingga sekarang. Fenomena kopi sudah membudaya dan menjadi warisan turun temurun.Sejatinya warkop itu merupakan tempat  melepas penat dan mendapatkan inspirasi. Walau hanya sekadar tempat nongkrong bersama teman-teman.  Banyak deal-deal bisnis dan manuver-manuver politik tercipta dari obrolan santai di warkop.

Suka atau tidak suka bisa terlihat lebih kentara disuarakan. Walaupun, harus diakui terkadang yang dicakapkan itu belum bisa diterima akal maupun dalam etika berpolitik itu sendiri. Gaung percaturan politik di daerah ini, sudah terdengar nyaring di teriakkan banyak orang yang berada di meja Warkop. Dalam argumentasi terhadap pembahasan percaturan politik di warkop terkadang pendukung dari salah satu calon nyaris bersitegang, ini suatu kewajaran karena memang itulah salah satu dinamika politik yang bisa semuanya mungkin termasuk menghalalkan segala cara.

Well….berbicara tentang politik tentunya mempunyai sisi baik dan buruk. Tetapi jangan pernah mencoba terjun ke dunia politik jika tidak mau sakit hati. Dalam dunia politik, kita terkadang tidak tahu yang mana kawan dan mana lawan. Seorang politikus sejati harus mempunyai sifat yang bijaksana, tenang, sabar serta ikhlas. Saat tertindas, dia harus bisa meredam perasaannya. Tidak serta merta mengikuti emosinya yang bisa saja menjatuhkannya saat itu. Dan saya selalu bangga padamu yang selalu tegar meski tertindas. Dan tetap berharap POHON itu masih bisa berdiri kokoh 🙂

Siapapun Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih nantinya hendaknya mempunyai niat yang betul-betul ingin melihat Sinjai menjadi lebih baik, bukan semata untuk mencari keuntungan sendiri dan menyelamatkan diri masing-masing.

Penasaran dengan gosip-gosip seputaran pilkada Sinjai? Segeralah merapat ke warkop ! Pesan segelas kopi, nikmati setetes demi setetes dan dengarkan update seputar pilkada tapi jangan masukkan sampai ke hati.

About Ira Puspita

Check Also

BPJS oh BPJS

Sejak BPJS diberlakukan di negeri kita yang tercinta ini, keluhan demi keluhan terdengar nyaring. Ada …

6 comments

  1. ebuset…sampai 10 pasang calon? jainaaa hahahaha
    pak Rudiyanto masih bisa mencalonkan ndak?

  2. Pasti rame itu hiasan jalanan di Sinjai. Tiga aja na sudah penuh Makassar, apalagi 10…

  3. 5 ji itu kayaknya yang bakal ramai, calon indie gak punya dana buat baliho.. atau? samaji? hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =